Strategi Misi Dalam Mengupayakan Keadilan Bagi Asisten Rumah Tangga Melalui Perspektif Teologi Pembebasan
Keywords:
Misi, Asisten Rumah Tangga, Pembebasan, KristenAbstract
Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan strategi misi gereja dalam memperjuangkan keadilan bagi asisten rumah tangga (ART) melalui perspektif teologi pembebasan. Latar belakang penelitian ini muncul dari realitas sosial bahwa banyak ART menghadapi ketidakadilan, seperti upah rendah, jam kerja panjang, perlakuan diskriminatif, dan minimnya perlindungan hukum, yang mencerminkan adanya dosa struktural yang menindas martabat manusia sebagai ciptaan Allah. Dengan demikian, gereja dipandang perlu menghadirkan misi secara kontekstual sebagai wujud kasih dan keadilan Allah di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan studi kepustakaan. Observasi diarahkan pada kondisi sosial kehidupan ART, sedangkan studi kepustakaan menelaah literatur terkait teologi pembebasan, etika sosial, dan misi gereja. Mengacu pada pemikiran Gustavo Gutierrez, teologi harus dimulai dari pengalaman nyata hidup dalam ketidakadilan. Analisis ini mengeksplorasi konsep teologi pembebasan yang relevan untuk advokasi hak dan martabat ART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi pembebasan memberikan dasar teologis bagi gereja untuk berperan aktif sebagai agen perubahan sosial melalui pelayanan kasih, pendidikan, dan advokasi. Strategi misi gereja harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menggabungkan pewartaan Injil dengan upaya pembebasan dari struktur ketidakadilan, sehingga gereja menjadi tanda kasih Allah yang menegakkan keadilan dan memulihkan kehidupan manusia.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Injilia Juliana Suawa, Pdt. Dr. Ramli Sarimbangun, M.Th (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





